Evolusi Sistem Informasi Akuntansi
Sistem
informasi Akuntansi sejak dahulu telah mengalami perubahan/evolusi, evolusi
yang terjadi pada sistem ini telah diwakili oleh sejumlah pendekatan atau modal
yang berbeda-beda. Berikut terdapat beberapa model yang diketahui dalam proses
evolusi sistem informasi akuntansi, yaitu :
Model
Proses Manual
Adalah bentuk sistem yang paling tua
dan paling tradisional. Sistem ini terdiri dari berbagai kegiatan,
sumberdaya,dan personel fisik yang merupakan ciri banyak proses bisnis.
Meliputi: pencatatan pesanan, penggudangan
bahan baku, produksi barang untuk dijual,pengiriman barang ke pelanggan,
penempatan pesanan ke pemasok.
Contoh,
pemberitahuan penerimaan suatu barang/produk yang menginformasikan proses
pembayaran untuk suatu produk yang telah diterima.

Model
File Datar
Model file datar ini mulai digunakan pada akhir tahun
1960-1980 an menjelaskan sebuah lingkungan dengan
file data yang tidak saling berhubungan dengan file lainnya. Para pengguna
akhir dalam lingkungan ini memiliki sendiri file datanya sebagai ganti berbagi
dengan para pengguna lainnya. Jadi, pemrosesan datanya dilakukan oleh aplikasi
yang berdiri sendiri dan bukan melalui sistem terintegrasi.
Masalah signifikan dalam file datar
adalah:
-
Penyimpanan data :
Sistem
informasi yang efisien hanya menangkap dan menyimpan data sekali serta
membuatnya menjadi sebuah sumber yang tersedia bagi semua pengguna yang
membutuhkannya.
- Pembaruan
data :
Perusahaan
memilki banyak sekali data yang disimpan dalam berbagai file dan yang
membutuhkan pembaharuan berkala untuk mencerminkan berbagai perubahan.
- Kekinian
informasi :
Jika informasi yang baru tidak
disebarkan secara tepat, perubahan tersebut tidak akan tercermin dalam data
pengguna, hingga mengakibatkan adanya keputusan yang didasarkan pada informasi
yang kadaluwarsa.
- Dependensi
pekerjaan-data :
Ketidakmampuan
penggunanya untuk mendapatkan tambahan informasi ketika kebutuhan pengguna
tersebut berubah.
- File flat membatasi
integrasi data :
Strukturisasi
semacam ini dapat tidak memasukkan atribut data yang berguna bagi pengguna
lainnya, sehingga menghambat keberhasilan integrasi data di perusahaan.
Model file datar ini banyak digunakan perusahaan
untuk sistem buku besar.

Contoh, divisi pemasaran suatu perusahaan memiliki
data yang berbeda dengan divisi keuangan, jadi apabila divisi pemasaran ingin
mengakses suatu file dalam data keuangan, maka divisi pemasaran harus meminta
divisi keuangan untuk membuka file yang diakses.
Model
Basis Data
Perusahaan dapat mengatasi berbagai
masalah yang berkaitan dengan file datar dengan mengimplementasikan model basis
data untuk manajemen data. Akses ke sumber daya data dikendalikan melalui
sistem manajemen basis data (database management sistem-DBMS). DBMS adalah
peranti lunak sistem khusus yang deprogram untuk mengetahui elemen data mana
yang penggunanya memiliki hak untuk mengaksesnya.
DBMS adalah
piranti lunak sistem khusus yang diprogram untuk mengetahui elemen data mana
yang penggunanya memiliki hak untuk mengaksesnya. Program dari pengguna akan
megirim permintaan data ke DBMS yang akan memvalidasi serta mengotorisasi akses
ke basis data berdasarkan tingkat otoritas penggunanya. Jadi jelas bahwa
prosedur perusahaan untuk memberikan otoritas ke para pengguna adalah masalah
pengendalian yang penting untuk di pertimbangkan oleh auditor.
Contoh, suatu data perusahaan yang disimpan dalam
suatu penyimpanan data utama bisa diakses oleh pengguna/karyawan sesuai dengan
keperluan masing-masing dimana data yang diakses diatur oleh DBMS agar pengguna
dapat mengakses data sesuai dengan keperluan nya.

Model
REA (Resource Event Agent)
REA adalah model bagaimana sebuah
sistem akuntansi dapat kembali direkayasa untuk usia komputer. REA awalnya
diusulkan pada tahun 1982 oleh William E. McCarthy sebagai model akuntansi
umum, dan berisi konsep sumber daya, peristiwa dan agen.
REA adalah model yang populer dalam
sistem informasi akuntansi (SIA). Tapi ini jarang terjadi pada praktik
bisnis-perusahaan tidak dapat dengan mudah membongkar sistem warisan mereka
untuk memenuhi tuntutan radikal REA's.
Model REA menghilangkan objek
akuntansi banyak yang tidak diperlukan dalam usia komputer. Yang paling
terlihat dari ini adalah debit dan kredit-double-entry pembukuan menghilang
dalam sistem REA. Banyak buku besar umum juga menghilang, setidaknya sebagai
obyek persisten, - misalnya, piutang atau hutang. Komputer dapat menghasilkan
account tersebut secara real time menggunakan catatan sumber dokumen.
Model REA adalah suatu alat
pemodelan konseptual yang khusus dirancang untuk melengkapi struktur dalam perancangan
database SIA. Dalam model REA ditentukan: entity apa yang harus disertakan dalam
database SIA dan bagaimana susunan relationship antara entity dalam
database SIA.
Tipe entity dalam model REA dibedakan
dalam tiga kategori, yaitu:
1.
Resources,
2.
Events
3.
Agents.
Resources didefinisikan sebagai
sesuatu yang memiliki nilai ekonomis bagi organisasi tersebut. Contoh resources
adalah kas, inventaris, peralatan, persediaan, gudang, pabrik, dan tanah.
Events menunjukkan
aktivitas-aktivitas bisnis, dimana manajemen ingin mengumpulkan informasi untuk
tujuan perencanaan pengawasan. Sebagai contoh, aktivitas penjualan akan
mengurangi persediaan dan aktivitas penerimaan kas akan menambah jumlah kas.
SIA harus dirancang untuk memperoleh dan menyimpan informasi aktivitas
tersebut.
Sedangkan Agents adalah orang dan
organisasi yang berpartisipasi dalam aktivitas dan kepada siapa informasi
diserahkan untuk tujuan perencanaan, pengawasan, dan pengevaluasian. Contoh agent
adalah pengawai, pelanggan, dan pemasok.

Model ERD
(Entity Relationship Diagram)
Model Entity Relationship
diperkenalkan pertama kali oleh P.P. Chen pada tahun 1976. Model ini dirancang
untuk menggambarkan persepsi dari pemakai dan berisi obyek-obyek dasar yang
disebut entity dan hubungan antar entity-entity tersebut yang disebut
relationship. Pada model ER ini semesta data yang ada dalam dunia nyata
ditransformasikan dengan memanfaatkan perangkat konseptual menjadik sebuah
diagram, yaitu diagram ER ( Entity Relationship).
Diagram Entity-Relationship
melengkapi penggambaran grafik dari struktur logika. Dengan kata lain Diagram
E-R menggambarkan arti dari aspek data seperti bagaimana entity-entity,
atribut-atribut dan relationship-relationshipdisajikan. Sebelum membuat Diagram
E-R , tentunya kita harus memahami betul data yang diperlukan dan ruang
lingkupnya. Di dalam pembuatan diagram E-R perlu diperhatikan penentuan sesuatu
konsep apakah merupakan suatu entity, atribut atau relationship.
Dalam rekayasa perangkat lunak,
sebuah Entity-Relationship Model (ERM) merupakan abstrak dan konseptual
representasi data. Entity-Relationshipadalah salah satu metode pemodelan basis
data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data
semantik sistem. Dimana sistem
seringkali memiliki basis
data relasional, dan ketentuannya bersifat top-down.

Model Sistem
ERP
Perencanaan sumber daya perusahaan
(enterprise resourse planning) adalah model sistem informasi yang
memungkinkanperusahaan mengotomatiskan dan mengintegrasikan berbagaia proses
bisnis utamanya. Implementasi sistem ERP dapat berupa pengambilalihan
besar-besaran, hingga dapat memakan waktu beberapa tahun. Karena kompleksitas
dan ukurannya, sedikit perusahaan yang bersedia atau dapat menyediakan sumber
daya keuangan serta fisik dan menanggung resiko untuk mengembangkan sistem ERP
secara internal. Jadi, semua ERP adalah produk komersial. Paket peranti lunak
ERP sangatlah mahal, tetapi
penghematan dari segi efisiensi akan sangat signifikan.
Contohnya, sebuah produsen tekstil di India yang
mengimplementasikan peranti lunak ERP hanya mendapati modifikasi
yang luas, tidak terduga, dan mahal yang harus dilakukan pada sistem
tersebut. ERP tidak akan memungkinkan pengguna untuk memberikan dua harga pada
gulungan kain yang sama. Produsen tersebut menetapkan suatu harga untuk
komsumsi kosmetik, tetapi menetapkan harga lain (empat kali lebih tinggi) untuk
produk yang diekspor. Akan tetapi sistem ERP tidak memberikan cara untuk
menetapkan dua harga untuk barang yang sama dengan tetap mempertahankan
perhitungan persediaan yang akurat.
